Jumat, 10 Oktober 2008

Cerpen Ver.Sedih

Selalu Mengingatmu

Aku segera ke Amerika.Uh...aku masih sayang dengan Lisstay dan Leonna,temanku.Mereka tidak mungkin kutinggal pergi selamanya.Tapi,harus gimana lagi.Aku harus tinggal disana.Ayah akan bekerja disana karena dapat jadwal tetap disana.Tidak mungkin aku berpisah dengan ayah.Aku butuh ayah untuk sekolah.
Aku bangun lebih pagi.Aku ingin mengucapkan selamat tinggal pada Lisstay dan Leonna lebih cepat.Aku memang butuh mereka.Tetapi,relakan sajalah.Itu takdirku dan mereka.Harus berpisah untuk selama-lamanya.
"Lisstay,Leonna...kita sekarang berpisah..."aku memeluk mereka."Ada apa denganmu?Kami tidak tau"Leonna dan Lisstay saling bertatapan."Aku harus ke Amerika..."aku meneteskan air mata satu per satu."Huhuhu..."Leonna dan Lisstay menangis duluan.Kami pun pesta menangis."Kenapa sih?"datang Rididanna,teman lainku."Rididanna...aku akan ke Amerika"aku menangis.Rididanna ikut menangis.Akhirnya,semua murid kelas 5 SD itu menangis semua.


Selamat Tinggal,Sahabat!

Farida Assynta,seorang anak yang lahir di sebuah kota yang sangat sejuk dan indah.Farida bersahabat dengan siapa saja.Kadang,dia pun bermain bersama kumpulan anak-anak pemulung,pengamen,dan lainnya.Farida mempunyai sahabat bernama Lea.Lea adalah anak yang baik hati dan tidak sombong.Walaupun dia orang terkaya di kota itu.Ayah Lea adalah direktur utama sebuah perusahaan yang sangat terkenal di negara ini.Lea juga selalu mendapatkan jatah uang jajan yang besar.Tetapi Lea suka berbagi.Kalau dia mau liburan ke Jepang,dia akan mengajak Farida,Siska,Nadya dan Alisyca.
Suatu hari,Lea sakit.Pada waktu istirahat di sekolah,tiba-tiba dia pingsan dan di bawa ke rumah sakit.Untung saja ayah dan ibu Lea baik hati,tidak menyalahkan teman-teman Lea.Tetapi,terlihat dari muka Lea yang pucat,sepertinya Lea menderita penyakit parah.Farida yang menemani Lea di ruangan sangat sedih.Apalagi,mengingat Lea yang selalu ramah kepada Farida maupun seluruh temannya.Saking sedihnya,Farida tak berbicara satu kata pun.Seperti Farida menjadi kaku.Hanya meneteskan air mata di ruangan itu.
"Fa...Farida...kenapa kamu memerdulikanku?Biarkanlah aku sendirian di sini...Aku yakin hari ini ada jadwal les piano.Katakan pada Mrs.Susan bahwa aku tidak bisa ikut les"Lea tersenyum kepada Farida.
"Lebih baik aku tak mendapatkan ilmu piano daripada harus meninggalkan kamu sendirian disini,Lea"Farida mengusap air matanya.
Ayah dan ibu Lea segera keluar dari ruangan Lea,menuju ke ruangan dokter.
"Dokter,apa penyakit yang di derita Lea?"kata ayah Lea.
"Dia menderita...............kanker otak"jawab dokter sambil menunduk.
"Apakah dokter salah?Atau dokter kurang teliti?Atau apa dokter?Tak mungkin Lea menderita kanker otak...Dia sehat...Dia tidak pernah mengatakan bahwa dia pusing,atau apa...Dia selalu bahagia"kata ibu Lea.
"Apakah bapak dan ibu pernah bertanya kepadanya?Apakah dia pusing?"tanya dokter.
Ayah dan ibu Lea menunduk.Mereka pun merasa bersalah.Mungkin kanker otak itu sudah takdir dari Allah SWT,pasti ada hikmahnya.Walaupun Lea akan meninggal,mungkinkah rasa sayang ayah,ibu dan sahabat Lea kepada Lea akan hilang begitu saja?Lea sudah sangat baik.Dan tak mungkin jasa-jasanya akan hilang entah kemana.Pasti ada bekasnya.
Farida tidur di sofa yang terdapat di ruangan Lea.Farida tak bisa meninggalkan Lea sendirian.Dia merasa kalau dia sakit,Lea selalu di sampingnya.Maka di saat Lea sakit pun,dia harus selalu bersama Lea.Saking tak kuat untuk menahan tangis,Farida tidur pukul 12.00 malam.
Keesokan harinya,saat Farida bangun,di kasur sudah tidak ada orang.Tertata rapi.Farida mencari Lea.Saat Farida membuka jendela ruangan Lea,dia merasakan ada yang berbicara dan menepuk bahunya.Inilah yang di katakannya : "Farida,ingatlah aku.Dan jangan pernah mengorbankan ilmu demi teman lagi...Lalu,jangan pernah bertengkar dengan Vera lagi...Ku harap semuanya bisa kamu turuti".Farida meneteskan air matanya.Saat dia berbalik,ruangan itu wangi.Dengan cepat,Farida berlari sambil berteriak dari belakang mobil ambulan.Karena kaget,akhirnya mobil ambulan itu berhenti.Farida masuk ke dalam mobil ambulan itu.Dia melihat mayat Lea yang sedang tersenyum,dengan muka yang bersih.Lalu dia memeluk mayat itu.Dia pun menemukan sebuah surat.





Dear Sahabatku


Aku Lea,sahabat baikmu.Maaf sudah meninggalkanmu selamanya.Aku merasa bahwa aku sudah tak bisa bertemu dengan kamu lagi...dan kuharap kamu bisa bersabar.Bersahabatlah dengan siapa saja,tak usah depresi karena tak bisa bertemu dengan ku lagi...Kata-kata yang mau ku ucapkan :

"Farida,ingatlah aku.Dan jangan pernah mengorbankan ilmu demi teman lagi...Lalu,jangan pernah bertengkar dengan Vera lagi...Ku harap semuanya bisa kamu turuti"

Terima kasih mau mendengarkanku...

Tidak ada komentar: