Jumat, 10 Oktober 2008

Cinta untuk Sahabat

Decicilla namaku.Kata orang,namaku itu indah.Aku pikir itu semua benar.Tetapi,semenjak aku mengenal Derosiana,aku jadi bukan orang indah lagi.Derosiana sudah menggantikan posisiku.Aku sangat marah.Sudah berkali-kali aku membuat rencana.Tetapi,belum berhasil juga.Aku pun menyerah dan putus asa.
Aku pulang dari sekolah dengan hentakan kaki yang keras.Mama sampai kaget.Tetap saja aku berjalan begitu.Aku kesal sekali.Derosiana adalah sahabatku.Tega sekali menggantikan posisiku.Dia sahabat sejatiku.Aku pun segera menelpon Eirlenna.
"Lenna,sesungguhnya sahabat kirimanmu itu menjengkelkan!"aku menelpon dengan nada kasar.
"Tunggu,ada apa dengan Derosiana?Dia itu gadis periang dan ramah,kau belum tahu banyak tentang dia.Pelajarilah!"Lenna menutup teleponku.
Ugh...menyebalkan.Remaja sepertiku seharusnya di puji-puji.Aku ini cantik kok.Sama saja seperti Rosiana itu.Aku keturunan Roghrettha.Itu nama warga yang sudah terkenal banyak orang.Sedangkan namaku Decicilla Roghrettha.Tapi,tidak ada yang memujiku seperti memuji ayah dan mama.Aku sangat heran........sekali.Ingin tau lebih dekat tentang itu.
"Ma...kenapa aku tidak di puji seperti mama?"aku langsung menanyakan itu."Masya Allah,kamu nanya itu,to...kenapa?Karena kamu iri pada sahabatmu"mama tersenyum padaku."Ma...aku sudah SMA,ma...aku butuh sahabat yang tidak menjengkelkan seperti Rosiana Delighlay!"aku cukup marah."Delighlay...kamu tidak sadar?Dia sadar akan sahabat,dia periang,dia juga terkenal karena baik hatinya"mama menenangkanku."Oye...aku pikir cukup,ma.Aku harus mengurusnya sendiri!"aku segera ke kamar mewahku.Disana aku akan bikin rencana lucu,hihihi....
Keesokan harinya.
Aku sampai di sekolah sambil memegang bunga yang sangat banyak.Mungkin,banyak yang heran pada cucu Roghrettha ini.Tetapi,satu yang tidak heran adalah cucu Delighlay."Wah...bunga itu indah sekali,sobat"Rosiana memuji bungaku."Thanks...sebenarnya,duh...malu"aku rada malu."Jangan malu,kita sahabatan,kan?"Rosiana sangat lembut."Iya...ini untukmu...dan sebenarnya...ini tanda cinta untuk sahabat...aku...aku minta maaf atas keirianku pada wargamu..."aku sangat malu.Tapi sejujurnya,tidak ada yang melihatku selain Rosiana."Sudahlah...keirianmu itu membuatku tertawa di rumah"Rosiana sangat lembut sifatnya.Aku pun sangat bersalah.Ini hari persahabatan kami...

Tidak ada komentar: